Minggu, 22 September 2019
Pemerintahan

Tak Ada Lagi Persoalan Dikotomi, Seskab: Sekarang, Perempuan Indonesia Jadi Apa Saja Bisa

Seskab Pramono Anung dalam wawancara di ruang kerjanya, Jakarta, kemarin. (Foto: Jay/Humas)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai, dalam hal persoalan yang menyangkut perempuan, dibandingkan dengan di Amerika Serikat, Indonesia masih lebih maju.

“Sekarang ini sebenarnya, orang mendikotomikan antara perempuan dan pria atau laki-laki itu bukan hal yang perlu dibedakan. Karena dalam profesi apapun, yang namanya perempuan, itu bisa menjadi apa saja,” kata Seskab Pramono Anung dalam wawancara menyambut Peringatan Hari Kartini, 21 April 2019, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.

Seskab menunjuk contoh dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo itu ada sembilan wanita yang menjadi menteri dan pada posisi yang sangat strategis. Ada yang jadi Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, bahkan ada yang menjadi Menko PMK. Bahkan kita pernah punya Presiden RI yang perempuan.

Sehingga untuk profesi apa saja, menurut Seskab, sekarang ini, untuk perempuan Indonesia, harus mimpinya setinggi langit, karena bisa menjadi apa saja. “Tidak perlu kemudian masih berpikir dengan pola yang lama, menjadi ibu rumah tangga. Menjadi ibu rumah tangga pun, mereka sekarang punya kesempatan untuk bekerja. Sama dengan pria-pria lainnya,” ujarnya.

Sekarang ini, lanjut Seskab, jadi apa saja bisa. Presiden, sudah ada. Menteri Luar Negeri sudah ada. Menteri Keuanga, bahkan terbaik di dunia, di Asia. Menko juga sudah ada. Ketua umum partai sudah ada.

“Sehingga dengan demikian, hampir semua jabatan, tidak lagi perlu diperdebatan, apakah ini jabatan laki-laki atau jabatan perempuan. Bukan hanya di bidang politik, di bidang olahraga pun demikian juga,” kata Seskab seraya menambahkan, perkembangan perempuan Indonesia di era demokrasi ini sudah sangat luar biasa.

“Ini yang dirawat, ini yang harus dipelihara. Terus dijaga agar perempuan-perempuan Indonesia tetap menjadi perempuan petarung dalam dunia global,” sambung Seskab.

Jadi ‘Role Model’

Seskab Pramono Anung tidak ragu-ragu untuk mengatakan, bahwa kita pun bisa dijadikan role model karena perempuan Indonesia, mungkin berbeda dengan perempuan-perempuan dunia Islam lainnya, yang mereka tidak bisa keluar.

Perempuan Indonesia, selain dia menjadi ibu rumah tangga, selain kemudian juga menjadi pengasuh bagi anak-anaknya, dia juga bisa jadi apa saja.

“Jadi, saya melihat perbandingan misalnya, sebagai contoh saja. Perempuan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, ya, Indonesia begitu bersyukur founding father kita, terutama terinspirasi dari Ibu kita Kartini, memberikan ruang, peluang yang cukup luar biasa bagi perempuan untuk berkembang di Indonesia,” terang Seskab.

Ia menilai banyak hal bisa dilakukan oleh prerempuan Indonesia. Perempuan mau jadi chef pun, sekarang ada perempuan Indonesia menjadi chef di dunia internasional. Bahkan menjadi sutradara, anak muda sekarang menjadi sutradara di LA, di Hollywood, dan banyak sekali peluang kegiatan lainnya yang bisa dimasukin oleh perempuan Indonesia.

Karena itu, bagi Seskab, dikotomi atau perbedaan perempuan/laki-laki di Indonesia sudah selesai. Sekarang ini,  ruang begitu terbuka lebar bagi perempuan Indonesia. dan kesempatan ini tidak boleh kemudian tidak dimaanfaatkan sebaik mungkin bagi perempuan Indonesia.

“Jadi, perempuan Indonesia bisa menjadi apa saja. Bahkan untuk menjadi pengusaha yang di bidang konstruksi, banyak, di bidang angkutan, banyak. Sehingga dengan demikian, sekali lagi saya menaruh rasa hormat, rasa harapan yang tinggi bagi perempuan Indonesia untuk berdiri setara  sejajar dengan para pria, para laki-laki untuk memajukan bangsa,” tegas Seskab.

Bagaimnapun Indonesia dengan bonus demografi yang ada diharapkan pada tahun 2045, Seskab mengingatkan, Indonesia akan menjadi kekuatan 4 dunia. Pada saat itulah peran perempauan Indonesia akan menjadi dominan bukan hanya di dalam negeri tapi juga di dunia. (SLN/AIT/JAY/OJI/ES)

Tinggalkan Balasan