Selasa, 22 Oktober 2019
Pemerintahan

Ridwan Kamil Kritik Desain Ibukota Baru: Lahannya Boros

 

 Wacana.co.id– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkritik rancangan luas lahan ibukota baru yang disusun pemerintahan tim Presiden Joko Widodo  untuk memindahkan ibukota ke Kalimantar Timur.

“Sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi ibukota baru ini banyak hal-hal yang kurang tepat,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin, (26/8/2019).

Mantan walikota Bandung ini mengatakan, salah satu kritik adalah soal luas lahan calon pusat pemerintahan ini. “Terlalu mengasumsikan lahan sangat luas, sampai 200 ribu hektare untuk 1,5 juta penduduk, menurut saya itu boros,” kata dia.

Ridwan Kamil membandingkan dengan sejumlah ibukota di dunia yang disebutnya salah desain. “Banyak yang mengalami kesalahan. Contohnya ibukota Brazil, Barasiolia, sampai sekarang, tanahnya terlalu luas, manusianya tidak betah dan lain sebagainya. Di Myanmar juga sama, sepi,” ungkap Ridwan.

Ia pun menyarankan agar Indonesia mencontoh desain pusat administrasi Amerika Serikat di Washington DC. Ia mengatakan rancangan kota tersebut pas dengan rasio 17 ribu hektar untuk 700 ribu manusia.

Ridwan Kamil mengatakan luas lahan pusat pemerintahan yang baru cukup 35 ribu hektar jika memang akan dihuni 1,5 juta orang. Dengan proporsi yang pas, lanjutnya, kota tersebut akan menjadi nyaman dihuni.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi telah mengumumkan ibukota negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Bappennas telah melakukan kajian dan rancangan untuk membangun pusat pemerintah ini. Mulai dari gedung istana, gedung kementerian, gedung lembaga tinggi negara, markas besar TNI dan Polri, kantor kedutaan besar, perguruan tinggi dan lainnya. (rma)

 

Tinggalkan Balasan