Rabu, 23 Oktober 2019
Pemerintahan

Polemik RKUHP, Menkum HAM : Kami Mungkin Salah…Kita Sama-sama Salah

Wacana.co.id.COM- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengaku, pembahasan RKUHP selama ini dilakukan secara terbuka. Namun memang, kata dia, kurang terekspos oleh media sehingga memunculkan banyak perdebatan di masyarakat.

“Ini mungkin gimana ya, kami memang juga mungkin (salah) tidak melakukan hal (sosialisasi). Saya juga mungkin. Kesalahan kita adalah (kurang) sosialisasi,” tegas Yasonna saat menggelar konferensi pers di Graha Pangayoman Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat (20/9).

Kata Yasonna, selama kurun empat tahun pembahasan RKUHP antara pemerintah dan DPR dilakukan secara transparan. Pun dengan keterlibatan lembaga lain.  “Setiap ada perdebatan, dari pakar dari apa kami undang. Dari Komnas HAM, KPK, dari mana-mana kami undang,” jelasnya.

Menurut Yasonna, jika pembahasan RKUHP ini luput dari pemberitaan media, prediksi dia bisa saja karena isunya kurang menarik ketika pembahasan sebelum berlangsung.

“Kalau pembahasan RKUHP, baik Panja maupun rapat tidak tertutup, rapatnya terbuka, tidak pernah tertutup. Hanya ini tidak setiap hari, empat tahun, terus menerus, tidak pernah kita membuat pembahasannya tertutup, panja terbuka apapun terbuka. Hanya mungkin karena adik-adik ini (wartawan) ini lebih tertarik isu-isu lain ini, ya sudah,” bebernya.

Karena itu, Yasonna tidak heran jika banyak pihak yang salah memahami RKUHP karena membaca draf RKUHP lama yang bukan terbaru. Padahal, menurutnya RKUHP saat ini jauh lebih lengkap.

“Jadi begini, panik cari di mana kiri kanan belakang padahal tim masih bekerja kalian sudah ambil draft lama gubrak gitu. Ini yang barangkali mungkin sama-sama di situ kita salahnya,” kata Yasonna.

“Akhirnya setelah diketok palu dan hampir disahkan, barulah hal tersebut kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan,” tutupnya.[asa]

 

Tinggalkan Balasan