Senin, Juni 17, 2019
Pemerintahan

Pimpin Rakor Pangan, Moeldoko Minta Harga Beras Bisa Turun Lagi

JAKARTA – Menghadapi musim penghujan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta seluruh instansi terkait kebijakan pangan fokus menjaga stabilitas harga bahan pokok. Moeldoko menyampaikan hal ini saat memimpin rapat koordinasi pangan di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para pejabat dari sejumlah instansi terkait, yaitu Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretariat Kabinet, dan Bulog.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bulog yang telah berhasil menjaga harga beras. Saya minta ini dijaga, kalau bisa, diturunkan lagi,” tegas Moeldoko, yang didampingi Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Ekonomi Strategis Denni Puspa Purbasari.

Menurut Moeldoko, selama musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret nanti, beberapa bahan pokok berisiko mengalami lonjakan harga, terutama beras, telur, daging ayam, bawang merah, dan cabai. Penyebabnya adalah produksi yang lebih rendah karena faktor musim. termasuk ayam yang lebih rentan terkena penyakit di musim hujan. 

Saat ini jumlah penduduk miskin Indonesia memang sudah di bawah 10 persen. Namun, menurut Moeldoko, di atas itu masih banyak masyarakat near poor yang sensitif terhadap perubahan harga bahan pokok.

“Jadi bisa berisiko miskin lagi. Itu kenapa saya rewel banget soal harga ini. Jadi, kita fokus kerja di situ. Jangan ke mana-mana,” ujar dia.

Fokus pada beras

Dalam rapat koordinasi ini, beras menjadi perhatian utama. Moeldoko mengapresiasi harga beras yang sudah mulai turun. Namun, dari 82 kota yang menjadi sampel BPS untuk penghitungan inflasi, hanya empat kota yang harga berasnya di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Oleh karena itu, Moeldoko meminta Bulog lebih agresif menggelar operasi pasar. Apalagi, saat ini Bulog memiliki cadangan beras dari impor cukup banyak, yakni sekitar 2,2 juta ton. “Jadi Bulog sekarang guyur ke pasar jangan incrit-incrit begitu,” kata Moeldoko.

Merujuk data BPS, tahun ini harga beras tertinggi terjadi di bulan Januari. Saat itu, Bulog menggerojok pasar dengan volume beras sangat besar, yakni di atas 10.000 ton per hari hingga Februari. Bahkan, sempat mencapai 13.000 ton. “Berdasarkan ini, kalau Bulog menggelontorkan beras ke pasar, terutama di kota-kota yang dipantau BPS, pengalaman menunjukkan kita bisa menurunkan harga,” kata Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan.

Untuk menjaga inflasi, Denni Purbasari mengarahkan agar semua berfokus pada ‘pembeli-pembeli besar’. Yaitu, DKI Jakarta, yang merupakan penyumbang 20 persen inflasi nasional dan kota-kota besar penyumbang inflasi. Bulog diimbau menggelar operasi pasar lebih masif, baik langsung ke pasar maupun lewat lebih banyak pedagang dan distributor.

Deputi Perekonomian Sekretaris Kabinet Satya Bhakti Parikesit sepakat bahwa kota-kota besar, terutama di mana harga beras belum sesuai HET, harus menjadi fokus operasi pasar Bulog.

“Arahan Presiden, yang penting harga stabil. Kalau lihat data dari September, memang kecenderungan harga naik. Karena itu, Bapak Presiden selalu menyampaikan, kita harus melakukan langkah-langkah yang tidak biasa,” katanya.trak3

Rapat juga menyinggung agar usulan menaikkan harga pokok penjualan (HPP) yang sebaiknya ditunda dulu. Petani saat ini bisa menjual di pasar dengan harga lebih tinggi daripada HPP. Kenaikan HPP hanya akan mendorong inflasi, sehingga kontraproduktif dengan upaya menekan inflasi.

Adapun, untuk bawang merah dan cabai, harga biasanya naik di musim penghujan karena produksi menurun. Terkait ini kebutuhan beberapa perusahaaan makanan olahan besar perlu dicarikan solusi agar mereka punya akses bahan baku, tanpa mengurangi pasokan atau menggerek harga di pasar tradisional, yang biasanya untuk kebutuhan ibu-ibu rumah tangga.

Kantor Staf Presiden akan kembali menggelar rapat koordinasi pada Februari nanti untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok ini. Diharapkan, inflasi akan tetap stabil di bawah 3,5 persen pada 2019.

Tinggalkan Balasan