Selasa, 22 Oktober 2019
Pemerintahan

Mahasiswa Tolak Undangan Jokowi, Sipoltak: Jangan Sok Mau Menggurui  

Wacana.co.id.COM- Mahasiswa menolak undangan Presiden Joko Widodo ke Istana untuk membahas polemik tuntutan mahasiswa yang berujung demonstrasi besar di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Politikus PDI Perjuangan Ruhut Situmpol meminta Presiden untuk tidak menggubris sikap aliansi BEM se-Indonesia yang menurutnya terlalu banyak permintaan. Padahal presiden telah memberikan kesempatan dengan memberikan ruang diskusi.

Ia pun menyarankan para mahasiswa untuk memprioritaskan pendidikan di kampus masing-masing serta tidak bertindak menggurui.

Tangkapan layar twitter Ruhut Sitompul

“Pak Presiden Jokowi yang Arif & Bijaksana, tolong kalau mau bertemu BEM banyak lagi permintaannya ini yang dikatakan dikasih hati minta jantung biarkan saja mereka menyelesaikan kuliahnya dulu di kampusnya masing-masing sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi jangan sok mau menggurui,” cuit Ruhut Sitompul, Jumat (27/9).

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Muhammad Nurdiyansyah melalui keterangan persnya mengatakan, BEM SI belajar dari pengalaman.

Pada 2015, BEM SI pernah juga diundang Jokowi namun dilakukan secara tertutup dan hasilnya membuat gerakan mahasiswa terpecah.

“Hasilnya jelas, gerakan mahasiswa terpecah. Kami belajar dari proses ini dan tidak ingin menjadi alat permainan penguasa yang sedang krisis legitimasi publik, sehingga akhirnya melupakan substansi terkait beberapa tuntutan aksi yang diajukan,” kata Nurdiansyah.[asa]

 

Tinggalkan Balasan