Selasa, 22 Oktober 2019
Politik

Mahasiswa Disarankan Antisipasi Penyusup, Pengamat: Ada Kalangan Tertentu yang Bersorak Gembira Jika Terjadi Rusuh

Kerusuhan bisa saja diinginkan oleh pihak yang bermaksud untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa. Mereka ingin mengatakan bahwa gerakan mahasiswa tidak tertib dan melanggar.

Mahasiswa yang kembali turun ke jalan hari ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Ada yang mengkhawatirkan terjadi chaos dan rusuh. Ada juga yang menganggapnya aman-aman saja, karena ada polisi yang akan mengawal unjuk rasa supaya berlangsung aman, damai dan lancar.

Tak kurang Presiden Jokowi menyampaikan harapannya agar demonstrasi mahasiswa bisa berlangsung tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Jokowi bahkan menyatakan dirinya sangat mendengar apa yang disampaikan para mahasiswa itu.

Sementara itu, pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan optimis para mahasiswa akan berdemo dengan tertib. Karena mereka adalah aktivis yang terpelajar dan pasti mengetahui akan ada yang bersorak gembira jika terjadi rusuh.

Meski demikian, Direktur Lembaga Survei Konsep Indonesia itu menyatakan, para mahasiswa wajib mengantisipasi kelompok yang memanfaatkan gerakan mereka. Karena bisa saja ada yang sengaja mencari jalan untuk terjadi kerusuhan.

“Jangan sampai demonstrasi mahasiswa itu dibenturkan dengan aparat. Itu mungkin ditunggu oleh kalangan tertentu. Saya yakin mahasiswa mampu mengantisipasi hal itu,” ujarnya, Senin (30/9/2019).

Kerusuhan bisa saja diinginkan oleh pihak yang bermaksud untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa. Mereka ingin mengatakan bahwa gerakan mahasiswa tidak tertib dan melanggar. “Bisa juga ada operasi penyusupan oleh siapapun yang mau meruntuhkan nilai ideologis gerakan moral mahasiswa menjadi gerakan politis yang anarkis,” ungkapnya.

Karena itu, Veri menyarankan mahasiswa untuk membatasi waktu berdemo. Cukup disampaikan beberapa jam saja dan di siang hari. “Selain menjaga stamina mereka, hal itu bagus juga untuk mendapat simpati rakyat, bahwa mahasiswa memang sedang berjuang sebagai agent of change, sebagai penyambung aspirasi semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan