Rabu, 13 November 2019
Pemerintahan

Ali Ngabalin dalam Primetime News MetroTV: ‘Percayakan Polisi Ungkap Dalang Rusuh 21-22 Mei’

JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menegaskan bahwa Presiden Jokowi terus mengikuti perkembangan penanganan kerusuhan 21-22 Mei.

“Berkali-kali, Presiden Jokowi menekankan bahwa semua itu diserahkan pada upaya penegakan hukum. Karena itu, semua orang tanpa terkecuali, harus tunduk pada supremasi hukum,” kata Ali Mochtar Ngabalin saat tampil sebagai narasumber dalam dialog Primetime News MetroTV bersama host Fitri Megantara, Kamis, 13 Juni 2019.

“Sebagai seorang kepala negara, beliau hmengikuti setiap perkembangan yang dilakukan Kepolisian RI,” kata mantan anggota DPR itu.

Ngabalin pun berucap, apa yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait adanya dalang kerusuhan yang belum terungkap, bukanlah isapan jempol.

“Informasi itu pasti berdasarkan data intelijen akurat. Hanya saja, polisi harus menyampaikannya dengan data, tidak main opini dari Grup Whats App atau media sosial,” katanya.

Ngabalin menyatakan, tidak ada institusi yang bisa kita percaya dalam penegakan hukum dan keamanan selain Polri.

“Kita harus memberi apresiasi pada kerja keras polisi untuk membongkar siapa otak dan dalang besar di tengah kerusuhan ini. Saya percaya polisi sangat profesional dan netral untuk mengungkap siapa yang ada di balik rencana jahat dan busuk ini,” kata politisi kelahiran Fakfak, Papua Barat itu.

Kepada para jurnalis asing yang menemuinya, Ngabalin pun mengucapkan keyakinannya bahwa polisi Indonesia sangat profesional dan memiliki pengalaman untuk membongkar ‘auctor intellectualis’ di balik kerusuhan itu.

“Pak Tito, Pak Iqbal, Pak Dedi dan kawan-kaan dalah jenderal-jenderal muda yang kapasitasnya tidak kita ragukan. Polisi berdiri dan untuk dan atas nama negara melindungi semua rakyat Indonesia,” kata Ngabalin.

Untuk itulah, Ngabalin meminta masyarakat tidak memberikan penilaian yang tak benar pada polisi. “Kalau kita saja tidak percaya pada polisi, bagaimana orang lain bisa percaya? Kita harus beri guarantee, jaminan pada polisi,” ungkapnya.

Tak perlu tim baru

Terkait tuntutan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta mengungkap Kerusuhan 21-22 Mei, sebagai mantan anggota Pokja Intelijen dan Polhukam DPR RI, Ngabalin menggarisbawahi bahwa ketika institusi negara tak mampu memenuhi tugas yang diperintahkan undang-undang, silakan buat tim ini, tim itu, dan lain sebagainya.

Menurut doktor ilmu manajemen dari Universitas Negara Jakarta itu, pada kondisi ini, kita jadi bertanya, ada apa di balik usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta itu, padahal polisi selama ini sudah bekerja amat keras.

“Ketika institusi negara telah bekerja dengan baik, maka tim-tim seperti itu jadi tak relevan lagi. Tolonglah jangan melemparkan wacana yang mengacaukan publik Indonesia,” tegasnya.

Video selengkapnya di sini

screen-shot-2019-06-13-at-23-46-14 screen-shot-2019-06-13-at-23-45-52

 

 

 

Tinggalkan Balasan