Minggu, Juli 21, 2019
Daerah

Ajak Ciptakan Iklim Sejuk di Medsos, Ferry Batara: Anak Milenial Harus Jadi Agen Perdamain di Dunia Maya

Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ferry Batara merasa prihatin dan mengajak semua pihak untuk saling menghargai perbedaan pendapat di media sosial.

Depok — Perbedaan pilihan politik berujung maut, diawali saling berbalas komentar di media sosial facebook, Suhaidi warga Sampang harus meregang nyawa ditembak oleh temannya sendiri dikarenakan perbedaan pilihan presiden.

Media sosial menjadi arena perdebatan politik baik elite maupun masyarakat menjelang pemilihan umum 2019. Iklim agresif antara dua pendukung calon terus berlanjut mulai dari berbalas tagar hingga komentar-komentar negatif.

Kekisruhan di jagat media sosial ini terus di pupuk secara sadar muapun tidak sadar oleh masing-masing pendukung. Hal ini bisa menjadi bom waktu konflik horizontal yang bisa menghadirkan korban lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ferry Batara merasa prihatin dan mengajak semua pihak untuk saling menghargai perbedaan pendapat di media sosial. “Peristiwa ini adalah peringatan untuk kita sebagai individu, untuk saling menghargai perbedaan pendapat dan para tim sukses untuk menciptakan iklim sejuk dan demokratis terutama di media sosial,” jelas Ferry Batara kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (27/11).

Menurut Ferry yang saat ini maju di Dapil VI Jawa Barat (Jabar) ini, media sosial sebagai media informasi yang relatif baru dan paling banyak di gunakan generasi milenial harus mampu menghadirkan kesejukan demokrasi. Anak milenial harus jadi agen perdamaian di dunia maya dan seyogyanya mampu mendorong kualitas demokrasi karena mampu menghadirkan suasana damai. “Intinya kita bisa berbeda tapi damai. Gitu lho,” pungkas Ketua DPD PSI Kota Depok ini.

Tinggalkan Balasan